Bersabar Adalah Kuncinya Kesusahan

Menyelamlah kedalam kepedihanmu wahai jiwa; karena bersabar adalah kuncinya kesusahan. Menyelamlah kedalam kepedihanmu sehingga engkaupun akan dapat menemukan penawarnya. Karena bersabar adalah kuncinya kesusahan.

Menyelam dan teruslah menyelam kedalam kepedihanmu kedalam sakitnya hatimu sehingga kursinya Allah yang hasilnya tiba-tiba akan dianugerahkan kepadamu, arsyi-Nya yang agung pula; karena bersabar adalah kuncinya kesusahan.

Tersenyumlah dengan nur-nya dunia; ikutlah ambil bagian dalam pesta pernikahannya, enyakhan dari hari berkabungmu, sehingga tercapailah rasa aman bagimu; karena bersabar adalah kuncinya kesusahan.

Bersimpuhlah pedih bagaikan langit, jika engkau ikuti perintah takdir sehingga engkau akan terbebas lika-likunya kehidupan; karena bersabar adalah kuncinya kesusahan.

Disamping engkau terbebas dari egomu, juga poni rambutmu akan tersingkap oleh tanganmu sehingga setanpun akan terpukul olehmu; sungguh bersabar adalah kuncinya kesusahan.

Masa depan akan datang ke hadapanmu, demikian pula singgasana raja. Dengan titahnya engkau diberikan ucapan selamat; karena bersabar adalah kuncinya kesusahan.

Ada derita dalam hati seseorang yang sedemikian membuatnya kewalahan sehingga hidupnya pun dibuatnya kalangkabut; segera tambatlah ia dengan sekencang-kencangnya; karena bersabar adalah kuncinya kesusahan.

Allah memiliki alam yang indah, janganlah engkau sekedippun memandangi wajah dunia ini. Tiada muhrim selain Allah SWT dialam itu; sungguh bersabar adalah kuncinya kesusahan.

Diambil salah satu bagian dari terjemahan buku terlaris di Turki dengan judul Allah Var Problem Yok! Karangan Ferudun Ozdemir. Buku versi bahasa Indonesia diterbitkan oleh Zahira.

Tinggalkan sebuah balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *