Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

Assalamualaikum sodaraku, hehe, lama tak bersua (lama opone?). Baiklah sepertinya pembahasan kali ini cukup berbobot, anyway thankyou for mbakyu Suryani yang memberikan inspirasi untuk menulis ini, melalui akun twitternya @suryanihakim2 menanyakan kepadaku MEA apa sih? hehe, setelah aku googling dan menemukan beberapa artikel maka aku menyimpulkan bahwa MEA itu adalah semacam pasar tunggal untuk kawasan Asia Tenggara yang dibentuk oleh para pemimpin ASEAN lebih dari satu dekade lalu.

Buat apa? MEA? Menurut bbc.co.uk MEA ini dilakukan agar daya saing Asean meningkat serta bisa menyaingi Cina dan India untuk menarik investasi asing. Penanaman modal asing di wilayah ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan. Masih menurut bbc.co.uk juga bahwa pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat.

Apakah berpengaruh bagi kehidupan kita? Berbangsa dan bernegara? Ooo sudah pasti, masih saya kutip dari bbc.co.uk bahwa Masyarakat Ekonomi Asean tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, pengacara, akuntan, dan lainnya.

Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dita Indah Sari, menjelaskan bahwa MEA mensyaratkan adanya penghapusan aturan-aturan yang sebelumnya menghalangi perekrutan tenaga kerja asing.

“Pembatasan, terutama dalam sektor tenaga kerja profesional, didorong untuk dihapuskan,” katanya.

“Sehingga pada intinya, MEA akan lebih membuka peluang tenaga kerja asing untuk mengisi berbagai jabatan serta profesi di Indonesia yang tertutup atau minim tenaga asingnya.”

Kalau menurut aku sendiri sih, warga negara kita ngga kalah sama warga negara lain, cobalah tengok pak Habibie yang mampu membuat pesawat, sampai kisah cintanya pun dibuat film coba, kurang apalagi Indonesia? Hah? Jadi sebagai warga negara Indonesia, kita harus mulai dari sekarang bersiap untuk menghadapi MEA ini, ngga butuh waktu lama lagi, mau tidak mau kita harus belajar lebih, bekerja lebih dan berdoa lebih maka kita akan menjadi juaranya MEA. InsyaAllah. Aamiin.

2 Comments

Tinggalkan sebuah balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *