Berfikir Positif

Berfikir Positif


Pernahkah Anda menerima masalah?
Pernahkah Anda kehilangan sesuatu yang Anda cintai?

Percayalah dibalik masalah pasti ada hikmah. Dibalik kesulitan pasti ada kesempatan.

Simak kisah berikut ini dengan hati, teliti dan sepenuh hati. Agar arti dari hikmah sampai ke dalam hati.

Pada suatu masa, di sebuah pedesaan China hidup seorang pria tua dan keluarganya. Pria tersebut mengolah sebuah kebun dan memiliki beberapa hewan peliharaan, salah satu peliharaannya adalah seekor kuda jantan.

Suatu ketika, kuda yang dimiliki pria tua tersebut hilang. Beberapa tetangga mengatakan sempat melihat kuda tersebut berlari melewati batas daerah yang tidak boleh dilewati oleh warga desa.

Pria tua itu menjadi sedih, tetapi dia mengatakan, “Tidak apa, barangkali kejadian ini bukan sesuatu yg buruk dan siapa tahu akan datang sesuatu yg baik.”

#Berfikir positif pertama

Setelah hari berganti hari, pada malam hari, pria tua itu dikejutkan dengan suara kuda. Dia langsung bangkit dan melihat ke arah luar rumah, tampak kudanya yang hilang telah kembali dan membawa seekor kuda betina entah milik siapa yg menjadi pasangannya. Tentu saja, seperti praturan di desa itu, kuda yang tidak diketahui pemiliknya atau liar akan menjadi milik mereka yang menemukan.

berfikir positif
berfikir positif

Para tetangga memberi selamat pada pria tua yg telah mendapatkan kembali kudanya serta tambahan satu kuda secara cuma-cuma.

Setelah waktu berjalan, anak laki-laki dari pria tua tersebut mulai berlatih untuk naik ke atas punggung kuda dan memacu kuda tesebut di sekitar area perkebunan.

Sayangnya, pada suatu hari, anak laki-laki itu jatuh dari atas punggung kuda dan mengalami cedera kaki yg sangat parah. Perlu waktu lama untuk sembuh, tetapi sekalipun telah sembuh, anak laki-laki itu tidak bisa berjalan normal.

“Tidak apa-apa, nak” ujar si pria tua, “Mungkin hal ini akan mndatangkan sesuatu yg lebih baik untuk mu,” #Berfikir positif kedua.

Dan seperti kejadian sebelumnya, si pria tua merasakan kembali sesuatu yg baik tersebut. Pada masa itu adalah masa perang, semua anak laki-laki di desa wajib memanggul senjata dan bertempur di medan perang.

Tetapi karena cacat, anak laki-laki sang pria tua tetap di desa dan bekerja mengolah kebun. Tidak ada yg disesali, karena anak laki-laki itu juga bersikap sama seperti ayahnya, dia percaya akan ada hikmah di balik kejadian buruk yg menyebabkan dia kehilangan cara berjalan yang normal.

Tahun berganti tahun. Perang telah berakhir dan para anak laki-laki yg bertempur kembali ke desa. Ternyata hanya beberapa yang kembali, karena kebanyakan dari mereka ternyata tewas di medan perang.

Sang pria tua bersyukur karena anak laki-lakinya tetap dalam kondisi sehat dan semakin pintar mengurus perkebunan.

Sehingga, tidak ada yang perlu disesali karena bagi keluarga tersebut, kebahagiaan tidak hanya dinilai pada saat sesuatu terjadi, tetapi juga pada masa-masa setelahnya.

Sahabat, hikmah dari cerita tersebut kita harus belajar bahwa setiap kali kita merasa kehilangan, sesungguhnya apa yang kita tangisi tidak benar-benar hilang, karena pada saat yg tidak akan kita sangka, kita akan mndapatkan hikmah dari rasa kehilangan tersebut.

Kita akan merasakan kebahagiaan lebih berlipat jika kita pernah merasakan kehilangan. Tetapi rasa bahagia itu akan datang saat kita bisa melepaskan dengn rela apa yg telah hilang, tidak dengan meratapi atau menangisi terus-menerus.

2 peristiwa diatas menyadarkan kita bahwa Allah selalu baik dengan kita. Yakin dan berbaik sangkalah kepada-Nya.

Ingat kawan masalah adalah indikator bahwa kita saat ini masih bernafas. Sikap kitalah yang merubahnya menjadi hikmah, emas, dan anugrah.

Jangan larut dengan kesedihan, karena hidup ini singkat ­čÖé

Allah yg punya sekenario kita hanya menjalankan. Berpikir positif, positif dan positif ?.

Ramadhan segera berlalu, kuda pacu akan memberi tenaga maksimal ketika mendekati garis finish, jangan sampai kita cukup bodoh dibandingkan kuda pacu.

Hikmah apa yg bisa Anda ambil?

 

 

Tinggalkan sebuah balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *